<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458</id><updated>2012-02-16T00:35:36.684-08:00</updated><category term='Kajian Islam'/><category term='Kajian Sejarah Islam'/><category term='Kajian Al-Qur&apos;an'/><category term='Kajian Hadits'/><category term='Kajian Ilmu-Ilmu Al-Qur&apos;an'/><category term='Kajian Filsafat'/><category term='kajian Tokoh Hadist'/><title type='text'>Kajian Tafsir Hadits</title><subtitle type='html'>kajian tafsir hadits, ushulfiqih, alquran, filsafat, sejarah dan tokoh islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-9087687759659525722</id><published>2009-11-15T06:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T06:35:47.849-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>Pengertian Dhabith</title><content type='html'>Dhabit menurut lughat adalah "orang yang mengetahui dengan baik apa yang diriwayatkan, selalu berhati-hati, di hafal riwayatnya apabila ia meriwayatkan dari hafalannya, menjaga dengan sungguh-sungguh kitabnya apabila ia meriwayatkan dari kitabnya dan mengetahui mana yang bisa membiaskan makna suatu riwayat dari maksudnya apabila ia meriwayatkan dengan ma'na".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dhabit menurut istilah adalah, perhatian yang penuh seorang perawi terhadap apa-apa yang didengarnya ketika ia menerima sebuah riwayat serta memahami apa yang didengarnya itu hingga ia menyampaikanya kepada orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dhabith terbagi dua :&lt;br /&gt;
Pertama, Dhabit Shudur, yakni mampu menghapal dengan baik.&lt;br /&gt;
Kedua, Dhabit Kitab, yakni memelihara kitabnya dengan baik dari apapun yang dapat mengurangi kualitas sebuah kitab, baik sebatas sisipan atu sebagiannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-9087687759659525722?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/9087687759659525722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/pengertian-dhabith.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/9087687759659525722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/9087687759659525722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/pengertian-dhabith.html' title='Pengertian Dhabith'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-7332478302138570789</id><published>2009-11-15T06:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T06:15:17.831-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>Definisi 'adil</title><content type='html'>Ta'rif adil (definisi) :&lt;br /&gt;
'Adil menurut lughat, ialah : mardhi, maqbulusy syahada "orang yang diterima kesaksiannya".&lt;br /&gt;
Mengenai istilah, para ulama mempunyai beberapa pendapat diantaranya : "orang yang adil itu, ialah : orang yang berkumpul padanya beberapa ketentuan ini".&lt;br /&gt;
Pertama, Islam&lt;br /&gt;
Kedua, Taklif (sudah mukallaf)&lt;br /&gt;
Ketiga, Menjaga dari sebab-sebab kefasekan dan merusak muru'ah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, 'adil adalah suatu sifat yang tersimpan dan terhujam pada diri seseorang yang menyebakan orang yang mempunyai 'adallah itu tetap taqwa dan memelihara muru'ah yang menyebabkan timbul kepercayaan kita kepadanya dan haruslah dia menjauhkan diri dari dosa-dosa besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam masalah riwayat, tidak diharuskan orang itu laki-laki dan merdeka, oleh sebab itu, riwayat wanita dan budak pun sah untuk diterima. Namun, konteks adil dalam periwayatan, berbeda halnya dengan orang 'adil dalam persaksian (syahadah).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-7332478302138570789?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/7332478302138570789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/definisi-adil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/7332478302138570789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/7332478302138570789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/definisi-adil.html' title='Definisi &apos;adil'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-3784129639237350255</id><published>2009-11-13T10:58:00.001-08:00</published><updated>2009-11-13T10:58:56.289-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>Sebab disebutkan berulang-ulang Sebuah Hadits dalam Satu Kitab</title><content type='html'>Didalam Muqaddimah Fathul Bari, Al-hafidz menerangkan tentang sebabnya Al-Bukhari meriwayatkan Hadits terpotong-potong, meringkasnya dan mengulanginya dalam beberapa bab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Imam Bukhari meriwayatkan suatu Hadits dari seorang sahabat, kemudian meriwayatkan Hadits itu kembali dari Sahabat yang lain (beda sanad). Supaya Hadits itu tidak dianggap Gharib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, Imam bukhari memsahihkan Hadits atas daras qaidah ini, yaitu tiap-tiap hadits melengkapi beberapa Ma'na yang berlainan, karenanya hadits itu diriwayatkan lagi dalam bab lain melalui jalan lain pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ada Hadits yang oleh sebagian perawi diriwayatkan secara sempurna. Maka Imam Bukhari meriwayatkan Hadits tersebut secara ringkas dan secara sempurna untuk menghilangkan Syubhat dari penukil-penukilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, ada Hadits-hadits yang lafadz-lafadznya berbeda antara seorang perawi dengan perawi yang lain. Maka Imam Bukhari meriwayatkan semuanya, masing-masing menurut lafadznya sendiri, asalkan sanadnya sahih menurut syarat Imam Bukhari dan untuk tiap-tiap lafadz dibuat bab sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima, ada hadits-hadits yang kadang-kadang diwashalkan oleh sebagian perawi, sedangkan sebagian yang lain mengirsalkannya, dan hadits itu menurut Imam Bukhari adalah maushul dan dipeganginya. Namun demikian disebut juga yang mursal dengan memberi pengertian bahwa kemursalannya tidak memberi berkas apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keenam, ada Hadits-hadits yang oleh sebagian perawi diriwayatkan secara mauquf sedangkan oleh sebagian yang lain diriwayatkan secara marfu'. Maka Imam Bukhari memandang bahwa marfu'lah yang lebih kuat. Tapi kedua macam ini tetap diriwayatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketujuh, ada hadits yang oleh sebagian perawi ditambah seorang perawi didalam sanad, sedangkan sebagian yang lain tidak disebutkan yang ditambahkan itu. Maka Imam Bukhari menyebutkan kedua macamnya, apabila keduanya dipandang shahih, yakni si perawi itu mendengar sekali dari temannya yang mendengar dari guru dan pada lain waktu ia mendengar langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedelapan, kadang-kadang suatu Hadits diriwayatkan secara 'ammah, kemudian Imam Bukhari meriwayatkan hadits itu dari jalan yang lain yang menegaskan, bahwa perawi itu benar-benar mendengar hadits tersebut dari para perawi lain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-3784129639237350255?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/3784129639237350255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/sebab-disebutkan-berulang-ulang-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/3784129639237350255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/3784129639237350255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/sebab-disebutkan-berulang-ulang-sebuah.html' title='Sebab disebutkan berulang-ulang Sebuah Hadits dalam Satu Kitab'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-3377347040762376274</id><published>2009-11-13T10:23:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T10:23:42.764-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>Ikhtilaf Ulama Tentang Meriwayatkan Hadits dengan Makna</title><content type='html'>Para ulama sependapat menetapkan, bahwa seorang perawi yang tidak mempunyai ilmu yang dalam mengenai lafadh-lafadh hadits, madlul-madlulnya dan maksud-maksudnya, dan tidak mempunyai pengetahuan tentang kadar-kadar perbedaan, tidak boleh meriwayatkan hadits dengan Makna, wajiblah ia menyampaikannya persis seperti lafadh yang ia dengar dengan tidak memotong sekalimat pun dan tidak mengganti lafadnya. Demikian menurut pendapadat Ibnu Shalah dan Annawawi.&lt;br /&gt;
Namun mengenai yang telah cakap dalam hal-hal tersebut, para ulama berselisih paham atas beberapa pendapat :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. "Tidak Boleh"&lt;br /&gt;
Inilah pendapat segolongan Ulama Hadits, Fuqaha dan Ushuliyin.&lt;br /&gt;
Diantara yang tidak membolehkan :&lt;br /&gt;
- Ibnu Sirin&lt;br /&gt;
- Tsa'lab&lt;br /&gt;
- Abu Bakar Arrazi&lt;br /&gt;
Menurut mereka, perawi itu harus meriwayatkan persis sebagai lafadz yang ia dengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. "Boleh" jika yang diriwayatkan bukan Hadits Marfu' dan "Tidak Boleh" jika hadits Marfu"&lt;br /&gt;
Pendapat ini disampaikan oleh Imam Malik menurut nukilan Alkhalil ibnu Ahmad dan Albaihaqi dalam kitab Al-Madkhal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. "Boleh" apabila diyakini bahwa hadits itu semakna dengan lafadz yang didengar.&lt;br /&gt;
Inilah yang ditunjukan oleh sikap sahabat dan ulama salaf, mereka sering kali meriwayatkan suatu riwayat dengan bermacam lafadz. Pendapat ini ditegaskan oleh Ibnu Hajar Assqalani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4."Boleh" jika si perawi tidak ingat lagi akan lafadz yang ia telah dengar. Inilah Pendapat Al-Mawardi (Tadribur Rawi, hal 312)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Boleh mengganti lafadz, asalkan memakai lafadz yang muradhif dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Boleh jika hadits itu mengenai ilmu, seperti i'tiqad. Jika mengenai amal, tidak dibolehkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun menurut ibnu arabi dalam kitab ahkamul Quran, bahwa Khilaf yang disebutkan tadi hanya berlaku pada masa sahabat saja. Adapun bagi selain sahabat sudah jelas tidak dibolehkannya mereka mengganti lafadz satu dengan lafadz yang lain walaupun semakna.&lt;br /&gt;
Terakhir, Khilaf itu tidak berlaku pada tiga perkara, yaitu :&lt;br /&gt;
Pertama, pada lafadz-lafadz yang terdapat unsur ibadah didalamnya. Misal, lafadz Tassyahud, qunut dll. (ditukil dari pendapat Imam Azzarkasi)&lt;br /&gt;
Kedua, pada lafadz-lafadz Jawami'ul Kalim.&lt;br /&gt;
Ketiga, pada lafadz yang digunakan sebagai dalil bagi suatu hukum lughah, terkecuali kalau lafadz yang menggantikan dapat memberi hukum serupa dengan yang digantikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-3377347040762376274?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/3377347040762376274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/ikhtilaf-ulama-tentang-meriwayatkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/3377347040762376274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/3377347040762376274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/ikhtilaf-ulama-tentang-meriwayatkan.html' title='Ikhtilaf Ulama Tentang Meriwayatkan Hadits dengan Makna'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-6167740777501680867</id><published>2009-11-13T09:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T09:44:13.307-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>Ikhtilaf Ulama Tentang Sifat-sifat meriwayatkan Hadits</title><content type='html'>Para ulama dalam masalah ini terbagi atas beberapa golongan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Golongan Mutasyaddidin&lt;br /&gt;
Golongan Mutasyaddidin, tidak membenarkan seseorang meriwayatkan selain dari yang hafal dan yang masih ingat benar.&lt;br /&gt;
Diantara Ulama-ulama besar yang berpendapat demikian yaitu, Abu Hanifah, Ahmad, Malik ibn Anas, Abu Bakar Ashaidalani Asyafii.&lt;br /&gt;
Jumhur ulama tidak sependapat dengan tokoh-tokoh ini, hampir sebagian dari perawi-perawi hadits sahih tidak menghafal riwayat-riwayatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Golongan Mutasahilin&lt;br /&gt;
Golongan Mutasahilin membenarkan kita berpegang kepada tulisan, walaupun belum ada syarat-syarat yang diperlukan, yakni belum disesuaikan dengan naskah asli. Diantara ulama-ulama Muthasilin yang berpendapat demikian ibnu lahi'ah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Golongan Mutawasithin&lt;br /&gt;
Golongan Mutawasithin, membolehkan kita meriwayatkan apa yang kita dengar sendiri, atau kita ambil dari kitab yang kita pelajari pada seorang guru, walaupun kita tidak dapat menghafal riwayat-riwayat kita itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-6167740777501680867?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/6167740777501680867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/ikhtilaf-ulama-tentang-sifat-sifat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/6167740777501680867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/6167740777501680867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/ikhtilaf-ulama-tentang-sifat-sifat.html' title='Ikhtilaf Ulama Tentang Sifat-sifat meriwayatkan Hadits'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-2056134648998472652</id><published>2009-11-02T00:14:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T07:17:54.646-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Ilmu-Ilmu Al-Qur&apos;an'/><title type='text'>Cabang-cabang Ilmu Al-quran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SvBJD25VUkI/AAAAAAAAAD8/H5qmjBPt1kU/s1600-h/pic8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SvBJD25VUkI/AAAAAAAAAD8/H5qmjBPt1kU/s320/pic8.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika ingin membaca artikel yang bersangkutan, silahkan klik!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ilmu Asbabun Nuzul&lt;br /&gt;
2. Ilmu al-Makkiyah wal Madaniyah&lt;br /&gt;
3. Ilmu Qiraat&lt;br /&gt;
4. Ilmu Nasikh wal Mansukh&lt;br /&gt;
5. Ilmu Rasmul Qurani&lt;br /&gt;
6. Ilmu Muhkam wal Mutasyabih&lt;br /&gt;
7. Ilmu Amm wa Khass&lt;br /&gt;
8. Ilmu Mutlaq wa Muqayyad&lt;br /&gt;
9. Ilmu Mantuq wa Mafhum&lt;br /&gt;
10. I'jaz al-Quran&lt;br /&gt;
11. Ilmu Amsalut Quran&lt;br /&gt;
12. Ilmu Qasam-Qasam Quran&lt;br /&gt;
13. Ilmu Jadal pil Quran&lt;br /&gt;
14. Ilmu Kisah-kisah Quran&lt;br /&gt;
15. Ilmu Tarjim pil Quran&lt;br /&gt;
16. Ilmu Tafsir wa Ta'wil&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
**cabang-cabang ilmu quran ditukil dari :&lt;br /&gt;
1. Studi Ilmu-ilmu Quran (Manna Khalil al-Qattan)&lt;br /&gt;
2. Membahas Ilmu-ilmu Al-Quran (Dr. Subhi Asshalih)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-2056134648998472652?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/2056134648998472652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/cabang-cabang-ilmu-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/2056134648998472652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/2056134648998472652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/cabang-cabang-ilmu-al-quran.html' title='Cabang-cabang Ilmu Al-quran'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SvBJD25VUkI/AAAAAAAAAD8/H5qmjBPt1kU/s72-c/pic8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-7688047495561336132</id><published>2009-11-01T20:57:00.001-08:00</published><updated>2009-11-03T07:31:31.239-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>Cabang-cabang Ilmu Hadits</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SvBMy_NMI8I/AAAAAAAAAEE/xBFA-nK3AXI/s1600-h/sufi_dervishes.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SvBMy_NMI8I/AAAAAAAAAEE/xBFA-nK3AXI/s320/sufi_dervishes.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;untuk membaca artikel yang bersangkutan. Silahkan klik saja!!&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
1. Ilmu Rijal al-Hadits&lt;br /&gt;
2. Tarikh Arruwah&lt;br /&gt;
3. Ilmu al-Jarh wa at-Ta'dil&lt;br /&gt;
4. Ilmu 'ilal al-Hadits&lt;br /&gt;
5. Ilmu Asbab Wurud al-Hadits&lt;br /&gt;
6. Ilmu Gharib al-Hadits&lt;br /&gt;
7. Ilmu Mukhtalif al-Hadits&lt;br /&gt;
8. Ilmu Nasikh wa Mansukh&lt;br /&gt;
9. Ilmu Tashif wa at-Tahrif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-7688047495561336132?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/7688047495561336132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/cabang-cabang-ilmu-hadits.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/7688047495561336132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/7688047495561336132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/11/cabang-cabang-ilmu-hadits.html' title='Cabang-cabang Ilmu Hadits'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SvBMy_NMI8I/AAAAAAAAAEE/xBFA-nK3AXI/s72-c/sufi_dervishes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-2176489199838812571</id><published>2009-10-28T10:17:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T23:58:58.463-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Al-Qur&apos;an'/><title type='text'>Segi Kenyataan Wahyu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuqOpB1T0EI/AAAAAAAAAD0/qQYNZ38yb50/s1600-h/qoran.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuqOpB1T0EI/AAAAAAAAAD0/qQYNZ38yb50/s320/qoran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bermula dari pembahasaan tentang segi kenyataan &lt;b&gt;wahyu&lt;/b&gt; dalam beberapa diskusi di kelas yang tak kunjung beres, membuat saya gereget. Betapa tidak, wahyu yang seringkali di definisikan sebagai sesuatu yang tersembunyi dan cepat itu tak mempunyai data yang komplit (maksud saya secara teks) mengenai bentuk wahyu itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dosen saya terkadang menganalogikan wahyu seperti komunikasi dalam telephon, pendapat itu sama persis dengan &lt;b&gt;definisi wahyu&lt;/b&gt; dalam sebuah buku Nasarudin MA, kalau tidak salah  berbunyi seperti ini "wahyu adalah sesuatu yang tersembunyi dan cepat yang ditunjukan kepada orang yang diberitahu dan orang lain tidak mengetahui, baik melawati perantara atau pun tidak" silahkan anda berimajinasi sendiri, bagaimana kesamaan system telephon dengan definisi wahyu yang dikemukaan tadi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebetulnya, mengenai wahyu al-qur'an sendiri menolak anggapan sementara orang yang memandang wahyu sebagai sesuatu yang aneh (lih. QS. Yunus : 2, bandingkan dengan Tafsir al-munir XI. hal. 143)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penjelasan secara sekilas tentang penyebutan wahyu itu tidak akan jauh maknanya dari pengertian bahasa. Diantara maknanya ialah :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wahyu bermakna Ilham Fitriyah;naluriah (lih. Al-qashas : 7)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wahyu berupa isyarat (lih. Maryam : 11)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wahyu sebagai perinta Allah kepada Malaikat (lih. Al-anfal : 12)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wahyu terkadang digunakan dalam al-quran sebagai bisikan setan dan rayuannya mengajak manusia berbuat kejahatan (lih. Al-anam : 12 )&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, sekalipun wahyu masyhurnya sebagai sesuatu yang bersifat rahasia dan sangat cepat-itu tidak terbatas pada kenyataan adanya hubungan gaib antara Allah dan pribadi-pribadinya pilhan-Nya yang menerima kitab-kitab suci lewat perantara malaikat pembawa wahyu saja. Mengapa? Coba pembaca lihat QS. Asyura ayat 51..&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembaca akan dibawa pada tiga macam gambaran tentang turunnya wahyu :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, menanamkan pengertian dalam hati seorang nabi, atau meniupkan pengertian itu kedalam jiwanya yang sadar.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt; dialog dengan seorang nabi dari belakang hijjab.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tiga&lt;/b&gt;, allah mengutus utusan (malaikat) kepada seorang nabi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, maka pemberitahuan yang bersifat gaib, rahasia dan sangat cepat yang dinamakan &lt;b&gt;WAHYU&lt;/b&gt; itu, menurut al-qur'an mempunyai makna tersendiri yang sama sekali berlainan dari pengertian kerahasiaan dan kecepatan yang terdapat dalam pemahaman akan kata "pemberitahuan", baik yang digunakan orang pada zaman dahulu maupun pada zaman sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai itu Dr. Subhi Asshalih sangat menyesalkan adanya pengertian kata wahyu sebagai tercantum di dalam "kitab suci"  yaitu penafsiran yang secara mendasar berbeda dengan penafsiran yang menyatukan semua pengertian tentang wahyu. Menurut kamus tersebut, wahyu : "kemanunggalan Roh Tuhan dengan Roh para penulis (kitab suci) yang memperoleg ilham untuk mengetahui hakekat kerohanian dan berita gaib. Dengan wahyu atau ilham yang diperolehnya itu mereka  tidak kehilangan apa pun dari kepribadiaannya. Mereka masing-masing mempunyai caranya sendiri dalam menyusun dan mengungkap kan sesuatu"...(bersambung)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk membaca lengkap "Segi kenyataan Wahyu" &lt;b style="color: lime;"&gt;&lt;a href="http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/search/label/Kajian%20Al-Qur%27an"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-2176489199838812571?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/2176489199838812571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/segi-kenyataan-wahyu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/2176489199838812571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/2176489199838812571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/segi-kenyataan-wahyu.html' title='Segi Kenyataan Wahyu'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuqOpB1T0EI/AAAAAAAAAD0/qQYNZ38yb50/s72-c/qoran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-6904522001271424132</id><published>2009-10-23T05:33:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T05:33:39.471-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>Ilmu Hadits Riwayah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGiedUNDnI/AAAAAAAAADk/c0ZEOo98EvM/s1600-h/Islamic1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGiedUNDnI/AAAAAAAAADk/c0ZEOo98EvM/s320/Islamic1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendiri Ilmu Hadits Riwayah adalah &lt;i&gt;Muhammad bin Syhab Azzuhri (w. 124 H)&lt;/i&gt;... Biografi lengkap &lt;a href="http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/search/label/Kajian%20Hadits"&gt;&lt;b&gt;Klik disini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut bahasa riwayah berasal dari kata rawa-yarwi-riwayatan yang berarti annaql = memindahkan dan penukilan. Sedangkan ilmu hadits riwayah menurut istilah sebagaimana pendapat Dr. Subhi Asshalih adalah :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" ilmu hadits riwayah adalah ilmu yang mempelajari tentang periwayatan secara teliti dan berhati-hati bagi segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan dan sifat serta segala segala sesuatu yang disandarkan kepada sahabat dan tabiin " (Subhi Asshalih, Ulumul Hadits...hal. 107)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi jelaslah, dari definisi diatas kita dapat menarik beberapa point , yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Objek Ilmu Hadits Riwayah adalah matan atau isi hadits yang disandarkan kepada Nabi, Sahabat dan Tabiin.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ilmu Hadits Riwayah mempelajari periwayatan yang mengakumulasikan apa, siapa dan dari siapa suatu riwayat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fokus kajian Ilmu Hadits Riwayah adalah Matan Hadits. Namun tidak mungkin ada matan tanpa disertai Sanad Hadits.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-6904522001271424132?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/6904522001271424132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/ilmu-hadits-riwayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/6904522001271424132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/6904522001271424132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/ilmu-hadits-riwayah.html' title='Ilmu Hadits Riwayah'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGiedUNDnI/AAAAAAAAADk/c0ZEOo98EvM/s72-c/Islamic1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-580558031514583635</id><published>2009-10-23T05:27:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T05:27:40.996-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>Ilmu Hadits Dirayah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGhDXKEe4I/AAAAAAAAADE/eHhTAKsuzzI/s1600-h/125.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGhDXKEe4I/AAAAAAAAADE/eHhTAKsuzzI/s320/125.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendiri &lt;b&gt;Ilmu Hadits Dirayah&lt;/b&gt; adalah &lt;i&gt;Al-Qadhi Abu Muhammad Al-Hasan bin Abdurahman bin Khalad Ramahumuzi (w.360 H)&lt;/i&gt;...biografi selengkapnya &lt;a href="http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/biografi-ibnu-syihab-al-zuhri.html" style="color: lime;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;klik Disini&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/"&gt;Ilmu Hadits&lt;/a&gt; Dirayah, menurut bahasa dirayah berasal dari kata dara-yadri-daryan yang berarti pengetahuan. Maka seringkali kita mendengar Ilmu Hadits Dirayah Disebut-sebut sebagai pengetahuan tentang ilmu Hadits atau pengantar ilmu hadits.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut imam Assyuthi, Ilmu Hadits Dirayah adalah " ilmu yang mempelajari tentang hakikat periwayatan, syarat-syaratnya, macam-macamnya dan hukum-hukumnya, keadaan para perawi, syarat-syarat mereka, macam-macam periwayatan, dan hal-hal yang berkaitan dengannya".&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari kita perjelas dari definisi ilmu hadits riwayah tersebut,&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;HAKIKAT PERIWAYATAN&lt;/b&gt;, maksudnya adalah apa, siapa dan dari siapa riwayat itu.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;SYARAT-SYARAT PERIWAYATAN&lt;/b&gt;, maksudnya ketika menerima (tahamul) periwayatan hadist. Dengan kata lain memakai metode macam apa rawi tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;MACAM-MACAM PERIWAYATAN&lt;/b&gt;, maksudnya, apakah sanadnya mutthasil atau inqitha.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;HUKUM-HUKUM PERIWAYATAN&lt;/b&gt;, apakah maqbul atau mardud?&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;KEADAAN PERAWI&lt;/b&gt;, yakni ketika menyampaikan (tahamul) dan menerima (ada) hadits, apakah adil atau tidak? Dimana tempat tinggal, lahir dan wafatnya. Sedangkan untuk Marwi, yakni rasional dan tidaknya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;MACAM-MACAM PERIWAYATAN&lt;/b&gt;, artinya hadits atau atsar. Begitu pula dalam hal pembukuannya, apakah musnad, mu'jam atau ajza'.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilmu Hadits Dirayah kajiannya pada pengetahuan hadits apakah telah memenuhi persyaratan sebagai hadits yang diterima atau ditolak.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilmu Hadits Dirayah dikenal juga dengan istilah Ulumul Hadits, Ushul Hadits, Ushul Arriwayah dan Musthalah Hadits. Namun, masing-masing nama tersebut mempunyai Filsafat makna yang berkaitan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-580558031514583635?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/580558031514583635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/ilmu-hadits-dirayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/580558031514583635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/580558031514583635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/ilmu-hadits-dirayah.html' title='Ilmu Hadits Dirayah'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGhDXKEe4I/AAAAAAAAADE/eHhTAKsuzzI/s72-c/125.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-7310532527011282086</id><published>2009-10-23T05:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T05:15:56.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>Kelayakan Tahammul Hadits</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGecX6c_uI/AAAAAAAAAC8/aUL2L-OLVBA/s1600-h/sholat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGecX6c_uI/AAAAAAAAAC8/aUL2L-OLVBA/s320/sholat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari kita kaji tiga pendapat tentang kelayakan tahamul hadits menurut para ahli ilmu :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; bahwa umur minimal dalam konteks tahamul hadits adalah lima tahun. Ibn ashsalah mengatakan :&lt;i&gt;"pembatasan lima tahun itu merupakan ketentuan yang diperaktekan ulama hadits mutaakhirin"&lt;/i&gt;. Hujjah yang digunakan oleh pendapat ini adalah riwayat imam bukhari dalam sahihnya dari hadits Muhammad ibm arrabi ra., katanya : "aku masih ingat siraman Nabi Saw.  Dari timba ke mukaku, dan aku (ketika itu) berusia lima tahun" (lih. Sahih bukhari hal. 25 juz I).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kedua, &lt;/b&gt;pendapat al-hafidz Musa ibn Harun al-Hammal, yaitu bahwa kegiatan mendengar yang dilakukan oleh anak kecil dinilai absah bila ia telah mampu membedakan antara sapi dan himar. Saya merasa yakin bahwa beliau maksudkan adalah "tamyiz". Beliau menjelaskan pengertian tamyiz dengan kehidupan disekitar. Pendapat beliau menurut saya justru buntu, karena tidak menentukan ukuran spesifik pada tamyiz itu sendiri seperti pendapat pertama tadi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt; keabsahan kegiatan dalam mendengar hadits masih disandarkan pada adanya tamyiz. Bila ia memahami pembicaraan dan mampu memberikan jawaban, maka ia sudah mumayiz dan absah pendengarannya, meskipun usianya di bawah lima tahun. Namun, bila ia tidak memahami pembicaraan dan tidak mampu memberikan jawaban, maka kegiatan mendengar hadits dinyatakan tidak absah, meskipun usianya diatas lima tahun. Pendapat ini merupakan pendapat mayoritas ulama mutaqadimin. &lt;i&gt;(lih. Muqadimah ibn ashshalah, hal. 49. Bandingkan dengan Fathul al-Mughist karya al-iraqy, hal 45 juz II)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita lihat, ketiga pendapat tadi sesungguhnya hampir sepakat dengan kriteria tamyiz, yakni bila anak mampu memahami pembicaraan dan mampu memberikan jawaban maka ia dinyatakan sudah berstatus mumayiz dan dinilai absah dalam kegiatan mendengar hadits.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-7310532527011282086?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/7310532527011282086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/kelayakan-tahammul-hadits.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/7310532527011282086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/7310532527011282086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/kelayakan-tahammul-hadits.html' title='Kelayakan Tahammul Hadits'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGecX6c_uI/AAAAAAAAAC8/aUL2L-OLVBA/s72-c/sholat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-8327091022630252321</id><published>2009-10-23T05:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T05:10:53.894-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajian Tokoh Hadist'/><title type='text'>Biografi Ibnu Syihab al-Zuhri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGdQOKVq9I/AAAAAAAAAC0/zwJ4OVdAq68/s1600-h/sufi_dancing.jpe.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGdQOKVq9I/AAAAAAAAAC0/zwJ4OVdAq68/s320/sufi_dancing.jpe.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama lengkapnya adalah &lt;b&gt;Muhammad Ibn Muslim Ibn Abdillah Ibn Harits Ibn Zahrah Ibn kilab Ibn Marrah al-Quraisy al-Zuri.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau termasuk salah seorang Imam dan Ulama Hijaz dan Syam. Beliau menerima riwayat dari abdullah ibnu Umar ibn Alkhatab, Abudullah ibn ja'far, Rubaiah ibn Ubad, Al-munawar, abd al-rahman ibn Azhar, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukhari, yang bersumber dari Ali ibnu al-Madini, menyatakan baha azzuhri memiliki hadits mencapai 2.000 hadits.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-ajari, menyatakan bahwa hadits dalam dokumen Azzuhri seluruhnya mencapai 2.250 hadits.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-laits yang bersumber dari ja'far ibn Rubaiah menyatakan, aku bertanya kepa 'arak ibn malik, siapa yang paling faqih dari ahli madinah? Abdul Razaq, Yang bersumber dari Ma'mar, berkata baha umar ibn abdul Aziz di majlisnya menyatakan, tidak ada seorang pun yang masih tersisa yang mengetahui sunnah yang telah lalu hanyalah dia (al-Zuhri)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umar ibn Abdullah al-Tamimi menyatakan, beliau meninggal pada tahun 110 Hijriyah, sementara al-Hutsaim ibnu adi, Abu Musa, Ibn Bakir berkata, beliau meninggal pada tahun 117 Hijriyah,&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun komentar tentang al-Zuhri yang telah banyak dinyatakan dalam buku-buku orientalis, juga oksidentalis, yang umumnya meragukan keutamaan al-Zuhri, sesungguhnya, itu hanya permainan mereka saja dalam menjatuhkan otentitas hadits dan muhadits.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-8327091022630252321?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/8327091022630252321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/biografi-ibnu-syihab-al-zuhri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/8327091022630252321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/8327091022630252321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/biografi-ibnu-syihab-al-zuhri.html' title='Biografi Ibnu Syihab al-Zuhri'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGdQOKVq9I/AAAAAAAAAC0/zwJ4OVdAq68/s72-c/sufi_dancing.jpe.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-3353450376804079111</id><published>2009-10-23T05:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T05:08:42.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>Definisi Matan dan Sanad Hadits</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGcXQjqg7I/AAAAAAAAACs/gHZwKQsCDpY/s1600-h/mujadillahayat22.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGcXQjqg7I/AAAAAAAAACs/gHZwKQsCDpY/s320/mujadillahayat22.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum mendefinisikan matan dan sanad Hadits, baik secara etimologis maupun terminologis.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;MATAN HADITS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MATAN secara etimologis berarti segala sesuatu yang keras bagiannya. Bentuk jamaknya adalah "mutun" dan "mitan".&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MATAN secara terminologis adalah redaksi hadits yang menjadi unsur pendukung pengertiannya. Penamaan seperti itu barangkali didasarkan pada alasan bahwa bagian itulah yang tampak dan yang menjadi sasaran utama hadits. Jadi penamaan itu diambil dari pengertian etimologisnya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;SANAD HADITS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SANAD secara etimologis berarti bagian bumi yang menonjol dan "sesuatu yang berada di hadapan anda dan yang jauh dari kaki bukit ketika anda memandangnya". Bentuknya jamaknya adalah "isnad". Sedangkan segala sesuatu yang disandarkan kepada yang lain adalah musnad.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SANAD secara terminologis adalah "jalur matan", yakni rangkaian para perawi yang memindahkan matan dari sumber primernya. Jalur ini dinamakan sanad adakalanya karena periwayatan bersandar kepadanya dalam menisbatkan matan kepada sumbernya, dan adakalanya karena para hafidz bertumpu kepada "yang menyebutkan sanad" dalam mengetahui sahih atau dha'if suatu hadits. (lih. Tadrib ar-Rawiy, hal. 5-6)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut hemat saya, penyebutan jalur matan dengan sebutan sanad adalah karena kedua makna tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan terma ISNAD berarti menyandarkan atau mengangkat hadits kepada pengucapnya, yakni menjelaskan jalur matan dengan periwayatan hadits secara berantai. Namun terkadang para Muhaddits menggunakan kata ISNAD dan SANAD dengan makna sama.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-3353450376804079111?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/3353450376804079111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/definisi-matan-dan-sanad-hadits.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/3353450376804079111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/3353450376804079111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/definisi-matan-dan-sanad-hadits.html' title='Definisi Matan dan Sanad Hadits'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGcXQjqg7I/AAAAAAAAACs/gHZwKQsCDpY/s72-c/mujadillahayat22.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-3475964398986489360</id><published>2009-10-23T04:53:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T04:53:56.888-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>Mengapa Sahih Bukhari lebih unggul ???</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGY3e5BOaI/AAAAAAAAACk/DF1-4Oe8iP4/s1600-h/06-kitab-Hadith.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGY3e5BOaI/AAAAAAAAACk/DF1-4Oe8iP4/s320/06-kitab-Hadith.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ulama telah sepakat bahwa kitab sahih bukhari dan sahih muslim diterima sebagai kitab yang otentik sesudah al-Qur'an. Namun ada perbedaan pendapat mana yang lebih otentik di antara dua kitab tersebut. Sejumlah Muhaddits dari Maroko berpendapat bahwa sahih muslim lebih unggul dari sahih Bukhari, sedangkan &lt;b&gt;jumhur ulama berpendapat bahwa Sahih Bukhari lebih otentik dan lebih baik dari Sahih Muslim&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Argumen jumhur adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, Keunggulan pribadi bukhari atas Muslim.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhakim abu ahmad naisapuri mengatakan, "semoga Allah merahmati Muhammad bin Ismail, karena ia telah menulis (membukukan) hadits-hadits yang menjadi sumber hukum islam dan menerangkannya kepada manusia. Orang-orang yang membukukan hadits sesudahnya seperti Muslim sebenarnya hanya mengambil dari kitab bukhari".&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, keunggulan kitab sahih bukhari itu sendiri atas Sahih Muslim karena perbedaan metode pengambilan hadits yang dilakukan masing-masing, sebagaimana terlihat dalam ketentuan-ketentuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SAHIH BUKHARI,&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rawi yang haditsnya ditulis oleh &lt;a href="http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/biografi-imam-bukhari.html"&gt;&lt;b&gt;imam bukhari&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; saja berjumlah lebih kurang 435 orang. Rawi yang mendapat kritikan hanya 80 orang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah hadits yang ditulis oleh bukhari dari 80 orang yg dikritik itu tidak banyak.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;80 orang yang dikritik dalam sahih bukhari itu kebanyakan adalah guru imam bukhari sendiri dimana beliau pernah bertemu dan mengetahui keadaan mereka, serta mengetahui dengan teliti nilai hadits-hadits mereka, mana yang baik dan tidak.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadits-hadits yang berasal dari genenarsi kedua (tabqah tsaniyah) diseleksi dulu oleh Imam bukhari.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal bersambungnya sanad, imam bukhari mensaratkan bahwa sanad dapat disebut bersambung apabila murid dengan guru atau rawi kedua dengan rawi pertama benar-benar pernah bertemu meskipun hanya sekali.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentang kritik terhadap materi hadits karena adanya illah (cacat). Dalam sahih bukhari materi hadits yang mendapat kritik dalam hal ini berjumlah 80 buah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan argumen-argumen itulah yang memperkuat pendapat jumhur bahwa sahih bukhari lebih otentik dari pada sahih Muslim. Perlu diketahui, bahwa keunggulan dan keotentikan sahih bukhari itu bila ditinjau secara umum. Sebab dalam sahih muslim terdapat pula beberapa hadits yang lebih otentik dibanding beberapa hadits dalam sahih bukhari.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-3475964398986489360?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/3475964398986489360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/mengapa-sahih-bukhari-lebih-unggul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/3475964398986489360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/3475964398986489360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/mengapa-sahih-bukhari-lebih-unggul.html' title='Mengapa Sahih Bukhari lebih unggul ???'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGY3e5BOaI/AAAAAAAAACk/DF1-4Oe8iP4/s72-c/06-kitab-Hadith.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-5294786340983987062</id><published>2009-10-22T01:22:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T05:38:47.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>ulumul hadits</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGjy3GIm_I/AAAAAAAAADs/TFpXNYRTI8U/s1600-h/books-globe.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGjy3GIm_I/AAAAAAAAADs/TFpXNYRTI8U/s320/books-globe.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Dari segi bahasa ulumul hadits terdiri dari dua kata yakni ulum dan hadits. Secara sederhana ulum atau  ilmu artinya pengetahuan, knowleadge, dan science, sedangkan hadits artinya segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi muhammad saw baik dari perkataan, maupun persetujuan. para ulama ahli banyak yang memberikan definisi ilmu hadits, diantaranya ibnu hajjar Assqalani :&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-5294786340983987062?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/5294786340983987062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/ulumul-hadits.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/5294786340983987062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/5294786340983987062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/ulumul-hadits.html' title='ulumul hadits'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SuGjy3GIm_I/AAAAAAAAADs/TFpXNYRTI8U/s72-c/books-globe.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-6789908822919355794</id><published>2009-10-21T08:27:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T08:27:36.803-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Al-Qur&apos;an'/><title type='text'>Definisi Al-qur'an</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/St8oDZ9A_4I/AAAAAAAAACc/w10SUbnLYRs/s1600-h/al-quran-yang-mulia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/St8oDZ9A_4I/AAAAAAAAACc/w10SUbnLYRs/s320/al-quran-yang-mulia.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;1. Al-Qur'an merupakan bentuk masdar (infinitif) dari Kata qara'a, yang bermakna bacaan (QS Al-Qiyamah : 17-18)&lt;br /&gt;
2. Lafadz qa-ra-a yang bermakna tala diambil orang-orang arab dari bahasa aramia.&lt;br /&gt;
3. Al-Qur'an bukan mustaq, bukan pula berhamzah. Lafadz itu dikhususkan bagi Al-Qur'an. Seperti halnya Taurat dan Injil.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Materi ini adalah hasil rangkuman dari buku yang berjudul "Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur'an" (&lt;a href="http://www.kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/"&gt;Kajian Tafsir Hadits&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-6789908822919355794?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/6789908822919355794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/definisi-al-quran.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/6789908822919355794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/6789908822919355794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/definisi-al-quran.html' title='Definisi Al-qur&apos;an'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/St8oDZ9A_4I/AAAAAAAAACc/w10SUbnLYRs/s72-c/al-quran-yang-mulia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-7316415801949126255</id><published>2009-10-08T12:20:00.001-07:00</published><updated>2009-10-08T12:28:02.336-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>hadits 03</title><content type='html'>&lt;div align="justify" style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt; margin-left: 0pt; margin-right: 0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Terjemah Hadits ke -3� &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt; margin-left: 0pt; margin-right: 0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dari Abu Abdirrohman Abdulloh bin Umar bin Khathab rodhiyallohu ‘anhuma, dia berkata &lt;i&gt;Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda: Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Romadhon.&lt;/i&gt;(HR.Bukhori dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div id="podPressPlayerSpace_1" style="display: block;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-7316415801949126255?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/7316415801949126255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/hadits-03.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/7316415801949126255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/7316415801949126255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/hadits-03.html' title='hadits 03'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-4091125419120700644</id><published>2009-10-08T00:45:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T12:27:40.345-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajian Tokoh Hadist'/><title type='text'>Biografi Imam Bukhari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SsdyzXM-GRI/AAAAAAAAABk/afLYgiO2cTQ/s320/bukhara1.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: lime; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Buta di masa kecilnya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Keliling dunia mencari ilmu.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Menghafal ratusan ribu hadits.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Karyanya menjadi rujukan utama setelah Al Qur’an.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lahir di Bukhara pada bulan Syawal tahun 194 H. Dipanggil dengan Abu Abdillah. Nama lengkap beliau Muhammmad bin Islmail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. Beliau digelari Al Imam Al Hafizh, dan lebih dikenal dengan sebutan Al Imam Al Bukhari.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buyut beliau, Al Mughirah, semula beragama Majusi (Zoroaster), kemudian masuk Islam lewat perantaraan gubernur Bukhara yang bernama Al Yaman Al Ju’fi. Sedang ayah beliau, Ismail bin Al Mughirah, seorang tokoh yang tekun dan ulet dalam menuntut ilmu, sempat mendengar ketenaran Al Imam Malik bin Anas dalam bidang keilmuan, pernah berjumpa dengan Hammad bin Zaid, dan pernah berjabatan tangan dengan Abdullah bin Al Mubarak.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya. Pada suatu malam ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim Al Khalil ‘Alaihissalaam yang mengatakan, “Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al Bukhari, pent), sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya engkau berdoa”. Ternyata pada pagi harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putranya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika berusia sepuluh tahun, Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu, beliau melakukan pengembaraan ke Balkh, Naisabur, Rayy, Baghdad, Bashrah, Kufah, Makkah, Mesir, dan Syam.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Guru-guru beliau banyak sekali jumlahnya. Di antara mereka yang sangat terkenal adalah Abu ‘Ashim An-Nabiil, Al Anshari, Makki bin Ibrahim, Ubaidaillah bin Musa, Abu Al Mughirah, ‘Abdan bin ‘Utsman, ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq, Shadaqah bin Al Fadhl, Abdurrahman bin Hammad Asy-Syu’aisi, Muhammad bin ‘Ar’arah, Hajjaj bin Minhaal, Badal bin Al Muhabbir, Abdullah bin Raja’, Khalid bin Makhlad, Thalq bin Ghannaam, Abdurrahman Al Muqri’, Khallad bin Yahya, Abdul ‘Azizi Al Uwaisi, Abu Al Yaman, ‘Ali bin Al Madini, Ishaq bin Rahawaih, Nu’aim bin Hammad, Al Imam Ahmad bin Hanbal, dan sederet imam dan ulama ahlul hadits lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Murid-murid beliau tak terhitung jumlahnya. Di antara mereka yang paling terkenal adalah Al Imam Muslim bin Al Hajjaj An Naisaburi, penyusun kitab Shahih Muslim.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al Imam Al Bukhari sangat terkenal kecerdasannya dan kekuatan hafalannya. Beliau pernah berkata, “Saya hafal seratus ribu hadits shahih, dan saya juga hafal dua ratus ribu hadits yang tidak shahih”. Pada kesempatan yang lain belau berkata, “Setiap hadits yang saya hafal, pasti dapat saya sebutkan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya”.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau juga pernah ditanya oleh Muhamad bin Abu Hatim Al Warraaq, “Apakah engkau hafal sanad dan matan setiap hadits yang engkau masukkan ke dalam kitab yang engkau susun (maksudnya : kitab Shahih Bukhari, pent.)?” Beliau menjawab, ”Semua hadits yang saya masukkan ke dalam kitab yang saya susun itu sedikit pun tidak ada yang samar bagi saya”.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anugerah Allah kepada Al Imam Al Bukhari berupa reputasi di bidang hadits (lih. kajian hadist) telah mencapai puncaknya. Tidak mengherankan jika para ulama dan para imam yang hidup sezaman dengannya memberikan pujian (rekomendasi) terhadap beliau. Berikut ini adalah sederet pujian (rekomendasi) termaksud.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muhammad bin Abi Hatim berkata, “Saya mendengar Ibrahim bin Khalid Al Marwazi berkata, “Saya melihat Abu Ammar Al Husein bin Harits memuji Abu Abdillah Al Bukhari, lalu beliau berkata, “Saya tidak pernah melihat orang seperti dia. Seolah-olah dia diciptakan oleh Allah hanya untuk hadits”.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata, “Saya tidak pernah meliahat di kolong langit seseorang yang lebih mengetahui dan lebih kuat hafalannya tentang hadits Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dari pada Muhammad bin Ismail (Al Bukhari).”&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muhammad bin Abi Hatim berkata, “ Saya mendengar Abu Abdillah (Al Imam Al Bukhari) berkata, “Para sahabat ‘Amr bin ‘Ali Al Fallaas pernah meminta penjelasan kepada saya tentang status (kedudukan) sebuah hadits. Saya katakan kepada mereka, “Saya tidak mengetahui status (kedudukan) hadits tersebut”. Mereka jadi gembira dengan sebab mendengar ucapanku, dan mereka segera bergerak menuju ‘Amr. Lalu mereka menceriterakan peristiwa itu kepada ‘Amr. ‘Amr berkata kepada mereka, “Hadits yang status (kedudukannya) tidak diketahui oleh Muhammad bin Ismail bukanlah hadits”.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al Imam Al Bukhari mempunyai karya besar di bidang hadits yaitu kitab beliau yang diberi judul Al Jami’ atau disebut juga Ash-Shahih atau Shahih Al Bukhari. Para ulama menilai bahwa kitab Shahih Al Bukhari ini merupakan kitab yang paling shahih setelah kitab suci Al Quran.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hubungannya dengan kitab tersebut, ada seorang ulama besar ahli fikih, yaitu Abu Zaid Al Marwazi menuturkan, “Suatu ketika saya tertidur pada sebuah tempat (dekat Ka’bah –ed) di antara Rukun Yamani dan Maqam Ibrahim. Di dalam tidur saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Beliau berkata kepada saya, “Hai Abu Zaid, sampai kapan engaku mempelajari kitab Asy-Syafi’i, sementara engkau tidak mempelajari kitabku? Saya berkata, “Wahai Baginda Rasulullah, kitab apa yang Baginda maksud?” Rasulullah menjawab, “ Kitab Jami’ karya Muhammad bin Ismail”.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya Al Imam Al Bukhari yang lain yang terkenal adalah kita At-Tarikh yang berisi tentang hal-ihwal para sahabat dan tabi’in serta ucapan-ucapan (pendapat-pendapat) mereka. Di bidang akhlak belau menyusun kitab Al Adab Al Mufrad. Dan di bidang akidah beliau menyusun kitab Khalqu Af’aal Al Ibaad.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketakwaan dan keshalihan Al Imam Al Bukhari merupakan sisi lain yang tak pantas dilupakan. Berikut ini diketengahkan beberapa pernyataan para ulama tentang ketakwaan dan keshalihan beliau agar dapat dijadikan teladan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Bakar bin Munir berkata, “Saya mendengar Abu Abdillah Al Bukhari berkata, “Saya berharap bahwa ketika saya berjumpa Allah, saya tidak dihisab dalam keadaan menanggung dosa ghibah (menggunjing orang lain).”&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Sa’id bin Ja’far berkata, “Saya mendengar para ulama di Bashrah mengatakan, “Tidak pernah kami jumpai di dunia ini orang seperti Muhammad bin Ismail dalam hal ma’rifah (keilmuan) dan keshalihan”.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sulaim berkata, “Saya tidak pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri semenjak enam puluh tahun orang yang lebih dalam pemahamannya tentang ajaran Islam, leblih wara’ (takwa), dan lebih zuhud terhadap dunia daripada Muhammad bin Ismail.”&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al Firabri berkata, “Saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam di dalam tidur saya”. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada saya, “Engkau hendak menuju ke mana?” Saya menjawab, “Hendak menuju ke tempat Muhammad bin Ismail Al Bukhari”. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berkata, “Sampaikan salamku kepadanya!”&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al Imam Al Bukhari wafat pada malam Idul Fithri tahun 256 H. ketika beliau mencapai usia enam puluh dua tahun. Jenazah beliau dikuburkan di Khartank, nama sebuah desa di Samarkand. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada Al Imam Al Bukhari.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siyar A’laam An-Nubala’ karya Al Imam Adz-Dzahabi dll&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://www.ahlussunnah-jakarta.org/detail.php?no=170&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-4091125419120700644?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/4091125419120700644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/biografi-imam-bukhari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/4091125419120700644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/4091125419120700644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/biografi-imam-bukhari.html' title='Biografi Imam Bukhari'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SsdyzXM-GRI/AAAAAAAAABk/afLYgiO2cTQ/s72-c/bukhara1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-2473371103701389732</id><published>2009-10-07T09:28:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T00:43:09.366-07:00</updated><title type='text'>kitab</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SsdzLAxDuWI/AAAAAAAAABs/S7k898fwJMc/s1600-h/Riyad-us-Saliheen.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SsdzLAxDuWI/AAAAAAAAABs/S7k898fwJMc/s320/Riyad-us-Saliheen.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Aku bukan aku..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-2473371103701389732?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/2473371103701389732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/kitab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/2473371103701389732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/2473371103701389732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/kitab.html' title='kitab'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SsdzLAxDuWI/AAAAAAAAABs/S7k898fwJMc/s72-c/Riyad-us-Saliheen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-47746513853435315</id><published>2009-10-07T09:23:00.001-07:00</published><updated>2009-10-08T12:30:41.325-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Hadits'/><title type='text'>Definisi Assunnah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/Ss3wMp8GqQI/AAAAAAAAACM/S5SMo-suhHk/s1600-h/sunny-sultani-whirling-sufi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/Ss3wMp8GqQI/AAAAAAAAACM/S5SMo-suhHk/s320/sunny-sultani-whirling-sufi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Secara etimologi, Assunnah berarti perjalanan, yang baik maupun yang buruk (lih. Sahih Muslim, hal. 705, juz II dan hal. 2059, juz IV).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pengertian Syara`, pengertian Assunnah menjadi beragam sesuai spesialisasi masing-masing :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Assunnah menurut Ulama Hadits&lt;br /&gt;
Assunah adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan Nabi Muhammad Saw, berupa sabda, perbuatan,  taqrir dan sifat, baik sebelum diutus menjadi nabi (seperti tahanuts di gua hira) atau serudahnya. (lih. Majmu` Fatawiy hal, 10 juz, XVIII).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Assunnah menurut Ulama Ushul Fiqih&lt;br /&gt;
Sabda, perbuatan dan taqrir Nabi Muhammad Saw yang layak menjadi dalil hukum syari`.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Assunnah menurut Ulama Fiqih&lt;br /&gt;
Segala sesuatu yang berasal dari Nabi Muhammad Saw. yang tidak termasuk bab fhardu dan wajib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-47746513853435315?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/47746513853435315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/definisi-assunnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/47746513853435315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/47746513853435315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/definisi-assunnah.html' title='Definisi Assunnah'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/Ss3wMp8GqQI/AAAAAAAAACM/S5SMo-suhHk/s72-c/sunny-sultani-whirling-sufi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-2280696206863128841</id><published>2009-10-07T03:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T08:08:37.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Sejarah Islam'/><title type='text'>kajian Masa Jahiliyah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/Ssd0HfwMc5I/AAAAAAAAAB0/a3UIqbt_Wqk/s1600-h/nazareth-420.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/Ssd0HfwMc5I/AAAAAAAAAB0/a3UIqbt_Wqk/s320/nazareth-420.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Masyarakat&lt;/b&gt; Arab, sebelum kelahiran dan kerasulan Nabi Muhammad SAW, dikenal dengan sebutan jahiliyah. Jika merujuk pada arti kata jahiliyah (yang berasal dari bahasa Arab dari kata &lt;i&gt;jahala &lt;/i&gt;yang berarti bodoh), maka secara &lt;i&gt;harfiyah &lt;/i&gt;bisa disimpulkan bahwa masyarakat jahiliyah adalah masyarakat yang bodoh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sebutan jahiliyah ini perlu mendapat penjelasan lebih lanjut, sebab dari situlah akan terbangun pola kontruksi terhadap masyarakat Arab masa itu, yang di dalamnya adalah juga nenek moyang Nabi Muhammad SAW dan sekaligus cikal bakal masyarakat Islam. Jika masyarakat jahiliyah kita artikan sebagai masyarakat bodoh dalam pengertian primitif yang tak mengenal pengetahuan atau budaya; tentu sulit dipertanggungjawabkan, karena berdasarkan data sejarah, masyarakat Arab waktu itu juga telah memiliki nilai-nilai peradaban—sesederhana pun peradaban itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;M. Quraish Shihab dalam &lt;i&gt;Mukjizat Al Qur’an Ditinjau dari Aspek Kebahasaan, Isyarat Ilmiah, dan Pemberitaaan Ghaib &lt;/i&gt;(Mizan, 1999) menyebut beberapa pengetahuan yang dimiliki masyarakat Arab, diantaranya dalam bidang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Astronomi&lt;/b&gt;, tetapi terbatas pada penggunaan bintang untuk petunjuk jalan, atau mengetahui jenis musim.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Meteorologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; mereka gunakan untuk mengetahui cuaca dan turunnya hujan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sedikit tentang &lt;b&gt;sejarah umat &lt;/b&gt;sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pengobatan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;berdasarkan pengalaman.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Perdukunan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; dan semacamnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bahasa dan Sastra &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;(sering diadakan &lt;i&gt;musabaqah &lt;/i&gt;[perlombaan] dalam menyusun syair atau petuah dan nasehat. Syair-syair yang dinilai indah, digantung di Ka’bah, sebagai penghormatan kepada penggubahnya sekaligus untuk dapat dinikmati oleh yang melihat atau membacanya. Penyair mendapat kedudukan yang istimewa. Mereka dinilai sebagai pembela kaumnya. Dengan syair mereka mengangkat reputasi satu kaum atau seseorang dan juga sebaliknya dapat menjatuhkannya).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sementara itu Prof. Dr. Hamka (&lt;i&gt;Sejarah Umat Islam&lt;/i&gt;, Pustaka Nasional PTE LTD Singapura, 2002) mencirikan masyarakat Arab (Utara) dengan beberapa ciri:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bahasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;. Bahasa banyak bercampur dengan bahasa negeri lain yang bergaul dengan mereka, terutama ketika Quraisy menjadi penjaga Mekkah. Banyak kabilah yang berdatangan berziarah ke Mekkah tiap-tiap tahun. Juga karena keperluan perniagaan, banyak orang-orang Quraisy berniaga ke luar negeri, ke Yaman, Iraq, Habsyi, Hauraan, Parsi, Hindustan. Dalam pergumulan itu terjadi penambahan perbendaharaan bahasa sehingga menjadikan bahasa Arab kaya raya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pepatah dan Petitih&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;. Bangsa Arab banyak sekali mempunyai &lt;i&gt;amsal &lt;/i&gt;dan perumpamaan. &lt;i&gt;Amsal &lt;/i&gt;dan perumpamaan itu lekas tersiar di dalam kalangan orang banyak, karena pendek, jitu, dan mudah menghafalnya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Syair&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;.Dengan syair itulah mereka akan dapat melepaskan senak yang menggelora dari dalam jiwa raga, terutama dalam perjuangan dan pertempuran. Ahli syair mendapatkan kedudukan tertinggi di dalam kabilahnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ahli Pidato&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;. Ahli pidato ini mulai mendapat perhatian ketika ahli syair sudah mulai mengharap upah dari karyanya. Ahli pidato diperlukan untuk membangkitkan semangat (perang). Berbeda dengan syair yang menggunakan bahasa yang pelik, ahli pidato cukup menggunakan kata-kata biasa, tetapi dapat menumpahkan segenap yang terasa dalam hati. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ilmu Keturunan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;. Di antara sekian banyak bangsa-bangsa, maka bangsa Arab itulah suatu bangsa yang sangat mementingkan menghafal pohon keturunan dari mana nenek, dari mana asal, pecahan dari siapa, keturunan siapa dan ke mana pula turun si fulan, sehingga dengan menyebutkan nama kabilah saja, sudah mudah yang lain mengetahui di keturunan ke berapa bertemu sejarah nasab mereka. Mereka perlu benar mengetahui dan memelihara itu, sebaba mereka kerap kali berperang untuk merapatkan perhubungan di antara yang seketuruanan di dalam menghadapi yang lain. Tingkat keturunan itu mereka bagi enam. Sya’ab, Kabilah, Imarah, bathn, fakhidz, dan fusailah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Cerita Pusaka (Dongeng)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;. Bangsa Arab kuat sekali menghafal cerita pusaka nenek moyang terutama yang berhubungan dengan kisah perjuangan kaum mereka dengan kaum lain, atau kabilah dengan kabilah lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tenung dan Ramal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ilmu Bintang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;. Bangsa Arab mengerti juga tentang keadaan bintang, meskipun sekedar untuk mengetahui musim korma berbuah atau untuk mengetahui bilamana mereka patut berangkat ke Syam atau ke Tha’if.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Berkuda dan Memanah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;. Bangsa Arab pun terhitung satu bangsa yang tahu tuah dan celaka kuda, pandai pula memperhatikan bentuk badan dan belangnya. Mereka juga terhitung bangsa yang terpandai dalam urusan panah-memanah, karena bukan saja hidup mereka adalah memanah burung dan binatang, tetapi panah itu juga merupakan alat peperangan yang terpenting. Mereka juga pandai mempermainkan tombak dan pedang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Meskipun memiliki pengetahuan pada beberapa bidang, namun sesungguhnya ciri lain yang melekat pada masyarakat Arab adalah masyarakat &lt;i&gt;ummiyyin &lt;/i&gt;(jamak dari &lt;i&gt;ummiy &lt;/i&gt;dari kata &lt;i&gt;umm &lt;/i&gt;yang berarti ibu; jadi masyarakat &lt;i&gt;ummiy &lt;/i&gt;berarti masyarakat yang keadaannya sama dengan keadaaan saat dia dilahirkan oleh ibu—tidak bisa baca tulis).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah hadis, Nabi SAW bersabda: “&lt;i&gt;Kami umat yang ummiy, kami tidak pandai menulis, tidak juga pandai berhitung. Bulan, begini, begini, dan begini.&lt;/i&gt;” (Beliau menggunakan jari-jari kedua tangannya untuk mengisyaratkan angka dua puluh sembilan atau tiga puluh hari). [HR. Muslim dan An Nasa’ai]&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kemampuan baca tulis sangat minim. Jumlah yang bisa baca tulis sangat terbatas. Oleh karena itu mereka mengandalkan hafalan, yang pada gilirannya menjadi tolok ukur kecerdasan dan kemampuan ilmiah seseorang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat Arab waktu itu juga dikenal tidak mahir berhitung. Bahkan bahasa Arab memperkenalkan apa yang dinamai &lt;i&gt;wawu tsamaniyah&lt;/i&gt;, yaitu huruf &lt;i&gt;wawu &lt;/i&gt;yang digandengkan dengan angka delapan), karena angka yang sempurna bagi mereka adalah tujuh sehingga bila menghitung dari satu sampai tujuh, mereka menyebutnya secara berurut, tetapi ketika sampai ke angka delapan mereka menambahkan &lt;i&gt;wawu&lt;/i&gt;. Karena itu angka tujuh bukan saja berarti angka di atas enam dan di bawah delapan, melainkan juga berarti banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dengan demikian apakah karena minimnya kemampuan baca-tulis-hitung masyarakat Arab yang menyebabkan mereka disebut jahiliyah? Tentu tidak, karena Nabi Muhammad SAW sendiri termasuk yang tidak bisa baca-tulis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Jahiliyah dan Perlakuan pada Wanita&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Lantas, apa yang dimaksud masyarakat jahiliyah? Dalam &lt;i&gt;Sejarah Hidup Muhammad Sirah Nabawiyah &lt;/i&gt;(Robbani Pres, 1998), Syaikh Shafiyyur Rahman Al Mubarakfuy menjelaskan kondisi sosial masyarakat Arab yang disebut dengan jahiliyyah, diantaranya yang bisa dilihat dari hubungan antara laki-laki dengan wanita di kalangan masyarakat biasa. Dalam hal perkawinan, misalnya, dikenal 4 macam, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Seorang lelaki meminang (calon istri) kepada walinya, kemudian memberinya mahar dan menikahinya (pernikahan lazimnya sekarang). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Perkawinan &lt;i&gt;istibdha’ &lt;/i&gt;(mencari bibit unggul), yaitu apabila seorang istri sudah bersih dari haidnya, sang suami berkata kepadanya, “Pergilah kepada fulan dan mintalah bersetubuh dengannya.” Maka, sang suami menjauhinya dan tidak menyetubuhinya selama belum nyata kehamilannya dari hasil persetubuhan dengan orang tersebut. Setelah nyata kehamilannya, sang suami baru menggaulinya bila menginginkannya. Hal tersebut dilakukan karena keinginannya memiliki keturunan anak yang pandai dan berani.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sekelompok orang berjumlah kurang dari sepuluh mendatangi seorang wanita, semuanya menyetubuhinya. Apabila sudah hamil dan melahirkan anaknya, wanita tersebut mendatangi mereka, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang mampu menolak sehingga mereka berkumpul di tempat wanita tersebut. Kemudian wanita tersebut berkata kepada mereka, “Kalian sudah mengetahui perbuatan yang telah kalian lakukan. Saya telah melahirkan seorang anak. Anak ini adalah anakmu wahai fulan (sambil menyebutkan nama salah seorang dari mereka yang dicintai).” Kemudian anak tersebut dinisbatkan kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Orang banyak berkumpul lalu mendatangi seorang wanita pelacur yang tidak pernah menolak orang yang datang kepadanya. Para pelacur itu meletakkan bendera di depan pintunya sebagai tanda bahwa siapapun yang menginginkannya boleh memasukinya. Setelah pelacur tersebut hamil dan melahirkan, mereka berkumpul di tempatnya dan mereka mengundang Qafah (orang yang bisa nengetahui persamaan anatara anak dan bapak lewat tanda-tanda yang tersembunyi). Kemudia sang Qafah tersebut menisbatkan anak pelacur tersebut kepada orang yang dia lihat (memiliki tanda persamaan dengan anak tersebut), dan orang tersebut menganggapnya sebagai anaknya, tidak boleh menolak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Selain empat macam perkawinan di atas, ada bentuk-bentuk lain hubungan laki-laki dengan wanita yang termasuk jahiliyah misalnya dalam peperangan antarkabilah, yang menang menawan para istri dari kabilah yang kalah, dan menghalalkan kehormatannya. Sedangkan anak-anak para wanita tersebut akan menanggung aib selama hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam hal poligami, mereka melakukan tanpa batas; misalnya menawini dua wanita yang bersaudara; mengawini istri bapak mereka setelah ditalak atau ditinggal mati. Ada di antara suku Arab yang suka membunuh anak perempuannya sendiri karena malu, atau karena anak itu tidak menarik hatinya. Ada pula yang membunuh karena takut miskin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Namun begitu, di kalangan bangsawan Arab, hubungan laki-laki dengan wanita (istri) sudah berada pada tingkat kemajuan. Seorang istri memiliki kebebasan berpikir dan berbicara dalam porsi yang cukup besar. Seorang istri dihormati dan dilindungi, dan apabila kehormatan diganggu, pedanglah yang berbicara dan darah pun tumpah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Perlakuan buruk terhadap wanita; ternyata tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Arab melainkan juga justru sudah menjadi tradisi bangsa-bangsa yang memiliki “peradaban” besar. Di kalangan masyarakat Yunani, yang dikenal dengan pemikiran-pemikiran filsafatnya, wanita di kalangan elit ditempatkan (disekap) dalam istana-istana. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sementara di kalangan bawah lebih menyedihkan lagi. Mereka diperjualbelikan, sedangkan yang berumah tangga sepenuhnya berada di bawah kekuasaan suaminya. Mereka tidak memiliki hak-hak sipil, bahkan hak waris pun tidak ada. Pada puncak peradaban Yunani, wanita diberi kebebasan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan dan selera lelaki. Hubungan seksual yang bebas tidak dianggap melanggar kesopanan; tempat-tempat pelacuran menjadi pusat-pusat kegiatan politik dan sastra/seni. Patung-patung wanita telanjang di negara-negara Barat adalah bukti atau sisa pandangan ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam peradaban Romawi, wanita sepenuhnya berada di bawah kekuasaan ayahnya. Setelah kawin, kekuasaan tersebut pindah ke tangan sang ayah. Kekuasaan itu mencakup kewenangan menjual, mengusir, menganiaya, dan membunuh. Keadaan tersebut berlangsung terus sampai abad ke-6 Masehi. Segala hasil usaha wanita, menjadi hak milik keluarganya yang laki-laki. Pada zaman kaisar Constantine terjadi perubahan yaitu dengan diundangkannya hak pemilikan terbatas bagi wanita, dengan catatan bahwa setiap transaksi harus disetujui oleh keluarga (suami dan istri).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Peradaban Hindu dan Cina tidak lebih baik dari peradaban-peradaban Yunani dan Romawi. Hak hidup seorang wanita yang bersuami harus berakhir pada saat kematian suaminya; istri harus dibakar hidup-hidup pada saat mayat suaminya dibakar. Ini baru berakhir pada abad ke-17 M. Wanita pada masyarakat Hindu ketika itu sering dijadikan sesajen bagi apa yang mereka namakan dewa-dewa. Petuah sejarah kuno mereka mengatakan bahwa “Racun, ular, dan api tidak lebih jahat daripada wanita”. Sementara dalam petuah Cina kuno diajarkan “Anda boleh mendengar pembicaraan wanita tetapi sama sekali jangan mempercayai kebenarannya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam ajaran Yahudi, martabat wanita sama dengan pembantu. Ayah berhak menjual anak perempuan kalau ia tidak mempunyai saudara laki-laki. Ajaran mereka menanggap wanita sebagai sumber laknat karena dialah yang menyebabkan adam terusir dari surga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam pandangan sementara pemuka/pengamat Nasrani ditemukan bahwa wanita adalah senjata iblis untuk menyesatkan manusia. Pada abad ke-5 M diselenggarakan konsili yang memperbincangkan apakah wanita mempunyai ruh atau tidak, yang akhirnya dirumuskan kesimpulan bahwa wanita tidak mempunyai ruh suci. Bahkan pada pada abad ke-6 M diselenggarakan suatu pertemuan untuk membahas apakah wanita itu manusia atau bukan manusia. Dari pembahasan itu disimpulkan bahwa wanita adalah manusia yang diciptakan semata-mata untuk melayani laki-laki. (M. Quraish Shihab, &lt;i&gt;Wawasan Al Qur’an – Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat&lt;/i&gt;, Mizan, 2001)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menjadi sangat menarik untuk ditelah adalah, jika karena tata pergaulan laki-laki dan wanita yang bebas pada masyarakat Arab yang dijadikan alas an untuk memberi cap mereka masyarakat jahiliyah, maka cap apakah yang pantas diberikan pada masyarakat non Arab yang bahkan dalam beberapa hal lebih buruk perilakunya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat Pengembara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Salah satu ciri masyarakat Arab adalah masyarakat pengembara. Hidupnya tidak pernah menetap (&lt;i&gt;nomaden&lt;/i&gt;), berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Cara hidup yang demikian ini meniscayakan mereka untuk hidup berkelompok (&lt;i&gt;kabilah&lt;/i&gt;) berdasarkan pertalian darah atau keluarga. Pada kabilah itu kita akan menemukan prinsip-prinsip penting, diantaranya.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Keharusan survival, baik dari ancaman alam maupun lawan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Tidak ada aturan yang mengingat mereka, kecuali asas kebebasan dan persamaan antara anggota-anggota kabilah atau kabilah-kabilah lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Menjaga kehormatan dan harga diri (&lt;i&gt;muru’ah&lt;/i&gt;), tolong menolong, dan melindungi atas anggota kabilah dari ketidakadilan atau perlakuan buruk lainnya, sehingga mendorong munculnya prinsip lainnya, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Perang, yang di dalamnya juga terkandung sikap &lt;i&gt;sensitive &lt;/i&gt;dan pemberani.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;(baca Muhammad Husain Haekal, &lt;i&gt;Sejarah Hidup Muhammad&lt;/i&gt;, Litera AntarNusa, 2002; juga Karen Armstrong, &lt;i&gt;Muhammad Sang Nabi – Sebuah Biografi Kritis&lt;/i&gt;, Risalah Gusti, 2004).&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam perspektif seperti di atas, maka (suka) perang tidak bisa begitu saja diartikan sebagai sikap kaum barbar, yang suka menyerang dengan logika hukum rimba, “Siapa yang kuat dialah yang menang”. Justru dari situ nampak bahwa perang adalah bagian dari upaya untuk mempertahankan hidup dan menjaga harga diri. Maka, jahiliyah tidak berarti prinsip suka perang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Sifat-sifat lain yang melekat pada masyarakat Jazirah Arab, adalah:&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dermawan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;. Contoh-contoh dari sifat kedermawanan ini adalah sanggup menanggung denda yang cukup besar untuk mencegah tumpahnya darah dan hilangnya nyawa manusia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menghormati Tamu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;. Apabila seseorang kedatangan tamu dalam situasi dingin yang mencekam dan lapar, sementara dia tidak memiliki harta selain onta yang menjadi bekal hidupnya dan keluarganya, maka onta tersebut akan disembelih untuk tamunya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tepat janji&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;, karena janji adalah hutang yang harus dipegang. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kuat tekat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;. Apabila bertekad melakukan sesuatu yang dipandang mengandung kemuliaan dan kebanggaan, mereka tidak dapat dipalingkan oleh suatu apapun.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Santun, tekun, dan hati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;-&lt;b&gt;hati&lt;/b&gt;. Meskipun sifat ini terdominasi oleh sifat pemberani.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bersahaja &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;ala kehidupan Badui dan tidak ternodai oleh noda-noda dan tipu daya peradaban (kemewahan, hidup stabil). Dampak dari sifat ini adalah jujur, amanah, jauh dari penipuan dan kecurangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0.3pt 0pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;(baca Syaikh Shafiyyur Rahman Al Mubarakfuy,&lt;i&gt; Sejarah Hidup Muhammad Sirah Nabawiyah&lt;/i&gt;, Robbani Pres, 1998)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0.3pt 0pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;“Agama” Masyarakat Arab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyText3" style="margin-right: 0.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menurut Prof Dr. Hamka, masyarakat Arab (Utara) memeluk macam-macam agama dan kepercayaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; yang berpegang pada agama Nabi Ibrahim. Kelompok ini terbagi lagi menjadi dua, yang tetap memegang apa yang diterimanya dari Nabi Ibrahim itu dan tidak diubah-ubahnya dan yang memberi beberapa tambahan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Penyembah berhala. Penyembah berhala ini juga terbagi menjadi tiga, yaitu &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Yang mengakui adanya Tuhan Yang Mahas Esa, tetapi dalam penyembahan mereka menggunakan berhala sebagai perantara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menyembah berhala karena punya pendirian bahwa berhala itu tidak berubah dengan ka’bah, sama-sama dijadikan sebagai kiblat di dalam menyembah Allah Ta’ala.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; Mereka yang berkata bahwa dalam tiap-tiap berhala itu ada syaitan, yang mengatur baik buruk nasib manusia. Jadi yang disembah itu syaitan, bukan berhalanya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Peyembah matahari. Mereka berkeyakinan bahwa matahari itu sebangsa malaikat. Adapun bulan dan bintang-bintang semuanya meminta cahaya darinya. Buruk dan baik nasib alam ini tergantung kepada belas kasihan matahari. Karena itulah matahari perlu disembah, dibesarkan, dan dimuliakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Penyembah bulan. Dia disembah karena mengatur alam sebelah bawah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dahriyin. Mereka yang tidak mengakui ada yang menjadikan alam dan tidak mengakui akan datangnya hari kiamat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sabiah. Mereka yang menggantungkan kepercayaannya kepada perjalanan bintang dan falak, berkeyakinan bahwasanya segala sesuatu itu, geraknya dan diamnya, berjalan dan berhentinya, semua itu bertali dan berkait dengan bintang-bintang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Penyembah malaikat, karena dianggap anaka perempuan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Zindiq.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Penyembah api.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pemeluk Yahudi. Berkembang di Hejaz, terutama di Khaibar dan di antara bani Quraizah, bani Nadhir, dan bani Qainuqa’ di Medinah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pemeluk Nasrani. Masuk dari negeri Rumawi dibawa oleh anggota pemerintahan kerajaan Ghassaan yang melawat ke sana karena berniaga. Agama ini berkembang lewat dua firkah, yaitu Nasturiah di Hirah dan Ya’qubiyah di Syam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Jadi, apa kesimpulan tentang masyarakat jahiliyyah?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;Masyarakat jahiliyah tidak merujuk pada masyarakat bodoh dalam pengertian tiadanya pengetahuan dan peradaban, melainkan pada nilai-nilai yang jauh dari kebenaran (fitrah, Islam). [baca Al Maidah/5:50; Al Fath/48:26]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat jahiliyah tidak merujuk pada kurun waktu tertentu, melainkan suatu kondisi masyarakat (bandingkan perilaku sosial masyarakat Arab pra Islam dengan masyarakat modern, kini) [baca Al Ahzab/33:33]&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat jahiliyah tidak merujuk pada masyarakat tertentu (Arab, misalnya) tetapi juga bisa pada masyarakat lain (bandingkan, misalnya, perilaku sosial dalam hubungan laki-laki dan wanita antara masyarakat Arab, Romawi, Yunanai, India, atau Cina!)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam pengetahuan dan peradaban, masyarakat Arab tidak bisa disebut jahiliyyah (bodoh) dalam pengertian barbar dan primitif. Justru banyak perilaku dan pengetahuan positif yang dihasilkan mereka, yang kemudian dipelihara oleh Islam, misalnya dalam penghormatan tamu, kedermawanan, tepat janji, bersahaja.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Yang dimaksud masyarakat jahiliyah sebelum datangnya Islam adalah keseluruhan masyarakat (tidak hanya Arab), yang menjauhi nilai-nilai fitrah, yang sudah dibawa oleh para Rasul pembawa risalah tauhid.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Penyempitan makna jahiliyah hanya pada masyarakat Arab pra Islam akan menimbulkan bias bahwa agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad itu lahir dari nenek moyang bodoh, yang jauh dari nilai-nilai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sidojangkung, 4 April 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Disampaikan pada Kuliah Sirah Nabawi, BEST – FOSI Surabaya&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/"&gt;KAJIAN TAFSIR HADITS &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/"&gt;kajian tafsir hadits&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-2280696206863128841?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/2280696206863128841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/kajian-masa-jahiliyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/2280696206863128841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/2280696206863128841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/kajian-masa-jahiliyah.html' title='kajian Masa Jahiliyah'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/Ssd0HfwMc5I/AAAAAAAAAB0/a3UIqbt_Wqk/s72-c/nazareth-420.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-6780220892870662427</id><published>2009-10-07T02:53:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T12:26:47.480-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Filsafat'/><title type='text'>Apa itu Filsafat ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/Ssxk9vsrGJI/AAAAAAAAACE/teGXcAJo0bY/s1600-h/plato.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/Ssxk9vsrGJI/AAAAAAAAACE/teGXcAJo0bY/s320/plato.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;Harfiah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt; filsafat berasal dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;i&gt;falsafatun&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;(B.Arab)    yang berakar dari Yunani &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;i&gt;Philo &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;(cinta) dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;i&gt;Sophia &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;(pengetahuan, hikmah)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;Istilah(praktis)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt; alam pikiran. Maksudnya, berpikir scr mendalam dan    sungguh-sungguh.&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://masaly.wordpress.com/2009/01/10/konsep-dasar-filsafat/#sdfootnote1sym" name="sdfootnote1anc"&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a href="http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/search/label/Kajian%20Filsafat"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="nl-NL"&gt;Filsafat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="nl-NL"&gt; : sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan akal pikiran belaka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="nl-NL"&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://masaly.wordpress.com/2009/01/10/konsep-dasar-filsafat/#sdfootnote2sym" name="sdfootnote2anc"&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="nl-NL"&gt;Filsafat : sejenis pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal dan bagaimana sikap manusia setelah mencapai pengetahuan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="nl-NL"&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://masaly.wordpress.com/2009/01/10/konsep-dasar-filsafat/#sdfootnote3sym" name="sdfootnote3anc"&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;Filsafat  :   the attempt to answer ultimate question critically.&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="nl-NL"&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://masaly.wordpress.com/2009/01/10/konsep-dasar-filsafat/#sdfootnote4sym" name="sdfootnote4anc"&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;Filsafat  :   pemikiran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="nl-NL"&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://masaly.wordpress.com/2009/01/10/konsep-dasar-filsafat/#sdfootnote5sym" name="sdfootnote5anc"&gt;&lt;sup&gt;5&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;Filsafat :   a collective name for question which have not been answerd to the   satisfication of all thathave asked them.&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://masaly.wordpress.com/2009/01/10/konsep-dasar-filsafat/#sdfootnote6sym" name="sdfootnote6anc"&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;span id="more-78"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;b&gt;Apa  yang dicari filsafat..?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;Filsafat  mencari:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;hakikat  dari segenap kenyataan yang ada (garapan metafisika)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;hakikat  dari sebagian kenyataan yang ada (garapan cabang filsafat).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt;filsafat  kealaman &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Symbol,serif;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt; mencari hakikat kealaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;filsafat  kejiwaan manusia &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Symbol,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt; mencari hakikat manusia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt;filsafat  ketuhanan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Symbol,serif;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt; mencari hakikat tuhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;metafisika   adalah inti semua filsafat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;filsafat   adalah induk semua ilmu pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;ilmu  pengetahuan kefilsafatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;ilmu  pengetahuan kealaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;ilmu  pengetahuan kejiwaan manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;ilmu  pengetahuan ketuhanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt; margin-left: 1.91cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;b&gt; 3.  Apa Hakikat Itu..? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;hal  yang paling esensial (terdalam). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;Sesuatu  di belakang kenyataan, bersifat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;i&gt;transcendental&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;,  di luar jangkauan indrawi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;hanya  dapat dijangkau melalui penalaran murni (akal budi), renungan  filsafat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;merenung  mencari hakikat adalah proses berfilsafat, contoh sehari-hari :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt; margin-left: 1.27cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt;melayat orang meninggal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Symbol,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt;ingat akan segala hal di belakang peristiwa tersebut yaitu; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt; margin-left: 1.91cm; text-indent: 0.64cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;hakikat mati :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;kembali  ke asal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;berhenti  fungsi fisiologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;meninggalkan  nilai-nilai : iman, amal ibadah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="left" lang="nl-NL" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="left" lang="nl-NL" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;Respon Penulis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" lang="nl-NL" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;Dari pengertian filsafat tsb. bahwa kecintaan terhadap pengetahuan muaranya pada kebijaksanaan sehingga akan berlaku bajik(tidak sombong)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="nl-NL"&gt;Buah   pemikiran(hakekat sesuatu) akan sangat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span lang="nl-NL"&gt; tergantung pada sejauh mana proses berpikir filosof &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" lang="nl-NL" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;Proses   berpikir itu sangat dipengaruhi oleh intelejensia, situasi dan   kondisi si filosof&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" lang="nl-NL" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;Sifat   kebenaran yang diperoleh setiap filosof adalah spekulatif (tidak   sama)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div align="left" lang="nl-NL" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="left" lang="nl-NL" style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div id="sdfootnote1"&gt;&lt;div class="sdfootnote"&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://masaly.wordpress.com/2009/01/10/konsep-dasar-filsafat/#sdfootnote1anc" name="sdfootnote1sym"&gt;1&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; A. Syadali, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Filsafat  Umum&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;,  Pustaka Setia, 1997, hal. 11&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="sdfootnote2"&gt;&lt;div class="sdfootnote"&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://masaly.wordpress.com/2009/01/10/konsep-dasar-filsafat/#sdfootnote2anc" name="sdfootnote2sym"&gt;2&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Poedjawijatna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;,  Pembnimbing Ke Alam Filsafat&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;,  1974, hal. 11&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="sdfootnote3"&gt;&lt;div class="sdfootnote"&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://masaly.wordpress.com/2009/01/10/konsep-dasar-filsafat/#sdfootnote3anc" name="sdfootnote3sym"&gt;3&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt; Hasbullah Bakry, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt;&lt;i&gt;Sistematika  filsafat&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt;,  1971, hal 11&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="sdfootnote4"&gt;&lt;div class="sdfootnote"&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://masaly.wordpress.com/2009/01/10/konsep-dasar-filsafat/#sdfootnote4anc" name="sdfootnote4sym"&gt;4&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Bertnard Russel, Joe park, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Selected  Reading in the Philosophy of education&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;,  1960, hal.3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="sdfootnote5"&gt;&lt;div class="sdfootnote"&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://masaly.wordpress.com/2009/01/10/konsep-dasar-filsafat/#sdfootnote5anc" name="sdfootnote5sym"&gt;5&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt; D.C. Mulder, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt;&lt;i&gt;Pembimbing  Ke Dalam Ilmu Filsafat&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="da-DK"&gt;,  1966, hal 10&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="sdfootnote6"&gt;&lt;div class="sdfootnote"&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://masaly.wordpress.com/2009/01/10/konsep-dasar-filsafat/#sdfootnote6anc" name="sdfootnote6sym"&gt;6&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; William James, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Encyclopedia  of philosophy&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;,  1967, hal. 219&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-6780220892870662427?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/6780220892870662427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/apa-itu-filsafat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/6780220892870662427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/6780220892870662427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/apa-itu-filsafat.html' title='Apa itu Filsafat ?'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/Ssxk9vsrGJI/AAAAAAAAACE/teGXcAJo0bY/s72-c/plato.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-8573451268608107090</id><published>2009-10-07T02:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-07T02:34:52.301-07:00</updated><title type='text'>About me</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SsdtmWWIjCI/AAAAAAAAAAw/7nAI8-suwrw/s1600-h/000.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SsdtmWWIjCI/AAAAAAAAAAw/7nAI8-suwrw/s320/000.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;inilah saya..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;seorang pelajar bodoh yang setiap harinya hanya berbaring lelah...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;memikul beban berat bergurat..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;entah asa..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;entah rasa..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;terbaik di ingini..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;selamat datang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; blog ini yang bernama &lt;a href="http://kajian-tafsir-hadits.com/"&gt;kajian tafsir hadits&lt;/a&gt;&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;adalah sangat sesuai dengan jurusan yang saya ambil yaitu tafsir hadist. namun tidak semua dari isi blog ini adalah menyangkut tafsir hadist, karena sebagian ada pula yang membahas tentang &lt;a href="http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/search/label/Kajian%20Islam"&gt;islam&lt;/a&gt;, sejarah, fiqih, ushul fiqih, filsafat dll.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;SELAMAT MEMBACA !&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-8573451268608107090?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/8573451268608107090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/about-me.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/8573451268608107090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/8573451268608107090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/about-me.html' title='About me'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SsdtmWWIjCI/AAAAAAAAAAw/7nAI8-suwrw/s72-c/000.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1453195466677322458.post-8013950254746480826</id><published>2009-10-03T07:45:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T12:26:08.926-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Islam'/><title type='text'>Apa itu Agama?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SsdjPUXFQBI/AAAAAAAAAAo/HyUWkXMk7Eg/s1600-h/al_quran1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SsdjPUXFQBI/AAAAAAAAAAo/HyUWkXMk7Eg/s320/al_quran1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Agama&lt;/b&gt; menurut kamus besar bahasa indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tuhan" title="Tuhan"&gt;Tuhan&lt;/a&gt;, atau juga disebut dengan nama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewa" title="Dewa"&gt;Dewa&lt;/a&gt; atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.&lt;br /&gt;
Kata "agama" berasal dari bahasa &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sansekerta" title="Sansekerta"&gt;Sansekerta&lt;/a&gt; &lt;i&gt;āgama&lt;/i&gt; yang berarti "tradisi".&lt;sup class="reference" id="cite_ref-0"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama#cite_note-0"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah &lt;b&gt;religi&lt;/b&gt; yang berasal dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Latin" title="Bahasa Latin"&gt;bahasa Latin&lt;/a&gt; &lt;i&gt;religio&lt;/i&gt; dan berakar pada &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kata_kerja" title="Kata kerja"&gt;kata kerja&lt;/a&gt; &lt;i&gt;re-ligare&lt;/i&gt; yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tuhan" title="Tuhan"&gt;Tuhan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;paksaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;tekanan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penghambaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;perendahan diri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;pemerintahan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kekuasaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;siasat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;balasan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;adat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;pengalaman hidup&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;perhitungan amal&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hujan yang tidak tetap turunnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;dll&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sinonim kata din dalam bahasa arab ialah milah. Bedanya, milah lebih memberikan titik berat pada ketetapan, aturan, hukum, tata tertib, atau doktrin dari din itu.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1453195466677322458-8013950254746480826?l=kajian-tafsir-hadits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/feeds/8013950254746480826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/apa-itu-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/8013950254746480826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1453195466677322458/posts/default/8013950254746480826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-tafsir-hadits.blogspot.com/2009/10/apa-itu-agama.html' title='Apa itu Agama?'/><author><name>Usep Muzani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07508974743539536560</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YkZV2aH-TOQ/SsdjPUXFQBI/AAAAAAAAAAo/HyUWkXMk7Eg/s72-c/al_quran1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
